Praja Muda Karana (Pramuka)

I. PENDAHULUAN

Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) di Bandung. Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan Undang-undang ini, maka pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Gerakan pramuka sendiri bertujuan sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan  untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi spiritual, sosial, intelektual, dan fisiknya.

Praja Muda Karana atau lebih dikenal dengan sebutan Pramuka adalah sebuah organisasi yang berguna sebagai sarana penyalur minat dan bakat para generasi muda. Pramuka mengajarkan banyak hal tentang pentingnya mengelolah kemampuan (skill) dalam kaitanya hidup ditengah-tengah masyarakat yang mungkin tidak bisa didapatkan seseorang di jenjang pendidikan. Gerakan Pramuka Indonesia sendiri adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Gerakan pramuka merupakan wadah dan wahana pembinaan yang dilaksanakan di luar lingkungan sekolah dengan metode kepramukaan untuk menghasilkan pramuka yang berkualitas. Gerakan pramuka merupakan tempat yang tepat untuk menumbuhkan jiwa dan kepribadian budi pekerti serta dapat memberikan motivasi untuk perkembangan watak dan mental bagi peserta didik.

II. LATAR BELAKANG

             Pendidikan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka merupakan pendidikan non formal yang dilakukan dalam bentuk kegiatan yang menarik kalangan anak dan prmuda, yang pada hakekatnya merupakan kegiatan dari mereka dan dipimpin oleh mereka, dengan pengawasan dan tanggung jawab orang dewasa atau para Pembina Pramuka.

Tugas Pembina mengusahakan agar kegiatan-kegiatan yang dibuat, dilaksanakan dengan banyak praktek, dan disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani anak dan pemuda sehingga tidak membosankan. Dan juga akhir-akhir ini banyak kegiatan yang dilaksanakan dengan metode classroom, hal itu tidak sesuai dengan Scout Spirit yang dibawa oleh Lord Bolden Powell serta  adanya anggota-anggota dalam eskul Pramuka SMAN 2 Surabaya.

Sehubungan dengan hal-hal yang sudah disebutkan diatas, pramuka SMA Negeri 2 Surabaya telah melaksanakan kegiatan PTA (Penerimaan Tamu Ambalan) pada tahun 2017.

III. LANDASAN

  1. Pancasila
  2. UUD 1945
  3. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010
  4. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  5. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  6. Musyawarah Anggota Pramuka Penegak Pangkalan SMAN 2 Surabaya
  7. Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015
  8. PP Gudep Nomor 231 Tahun 2007

 IV. TUJUAN DAN MANFAAT

  • TUJUAN

Tujuan dan maksud diselenggarakannya kegiatan PTA pramuka SMA Negeri 2 ini adalah :

  1. Memperkenalkan siswa-siswi SMA Negeri 2 Surabaya tentang Gerakan Kepramukaan Indonesia maupun Dunia.
  2. Mengajarkan bentuk-bentuk pengaplikasian hal-hal yang diajarkan oleh kepramukaan.
  3. Menjadi salah satu pembelajaran mengenai pengaplikasian Dasa Darma dalam kehidupan bermasyarakat
  • MANFAAT
  1. Menambah wawasan siswa tentang eksistensi pramuka yang sebenarnya.
  2. Mengajarkan siswa-siswi SMA Negeri 2 Surabaya untuk belajar hidup lebih mandiri.
  3. Belajar menerapkan hal-hal positif yang diajarkan oleh pramuka dalah kehidupan sehari-hari.
  4. Menjadi bahan pembelajaran dan untuk memupuk rasa cinta terhadap lingkungan dan alam sekitar mereka.
  5. Sebagai sarana hiburan dalam rangka mengisi waktu liburan yang bermanfaat.
Be Sociable, Share!
  • Twitter
  • Facebook